Kegiatan mengusung tema “45 Tahun Berkontribusi untuk Negeri, Berdayakan Umat Membangun Indonesia” dan dihadiri ribuan pengurus serta perwakilan majelis taklim dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid Dewan Masjid Indonesia (BKMM-DMI) Provinsi Bengkulu, Hj Leni Haryati John Latief, mengatakan peringatan Milad ke-45 menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi majelis taklim dalam kehidupan umat dan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan majelis taklim tidak hanya penting sebagai wadah pembinaan keagamaan, tetapi juga memiliki peran sosial dalam mendorong pemberdayaan masyarakat.
“Milad ke-45 ini menjadi momentum untuk terus memperkuat peran majelis taklim dalam membina umat, mempererat ukhuwah, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Hj Leni Haryati John Latief.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia ini menilai tema yang diangkat BKMT pada peringatan tahun ini relevan dengan kebutuhan umat. Pemberdayaan, menurut dia, perlu berjalan beriringan dengan penguatan nilai-nilai keagamaan dan kepedulian sosial.
“Majelis taklim harus terus bergerak dan berkontribusi sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dakwah tidak hanya menyampaikan ilmu agama, tetapi juga bagaimana umat semakin berdaya dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Peringatan Milad ke-45 BKMT berlangsung dalam rangkaian kegiatan selama empat hari. Agenda tersebut antara lain Muktamar X BKMT, Grand Final BKMT Festival, serta Tasyakur Milad ke-45 sebagai acara puncak.
Muktamar X BKMT menjadi forum musyawarah organisasi untuk membahas program kerja, penguatan kelembagaan, serta pembinaan umat. Sementara Grand Final BKMT Festival menjadi ruang bagi peserta dari berbagai daerah untuk menampilkan kreativitas dan syiar Islam.
Acara puncak Tasyakur Milad ke-45 dihadiri Ketua Dewan Pembina PP BKMT Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, SH., LL.M., MBA, Ketua Umum PP BKMT Dr. Hj. Syifa Fauzia, M.Arts, serta sejumlah tokoh nasional, di antaranya Anies Baswedan dan Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Joko Yuliantono.
Pembina Bundo Kanduang Provinsi Bengkulu ini berharap momentum milad tersebut tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi penguatan gerakan majelis taklim di seluruh Indonesia, termasuk di Bumi Merah Putih.
“Semoga momentum ini semakin menguatkan semangat para pengurus dan jamaah majelis taklim untuk terus berkhidmat kepada umat dan bangsa. Kita ingin majelis taklim hadir sebagai kekuatan yang membawa kebaikan dan kemaslahatan,” tutur Hj Leni Haryati John Latief.
Selain kegiatan tingkat nasional, peringatan Milad ke-45 BKMT juga disemarakkan di berbagai wilayah dan daerah sepanjang 2026 melalui kegiatan sosial, antara lain pasar gratis, khitanan massal, serta perlombaan seni Islami.

