BENGKULU – UIN Fatmawati Soekarno (UINFAS) Bengkulu melaksanakan evaluasi sistem kerja setelah diberlakukannya penyederhanaan birokrasi, yang diadakan pada Kamis (03/10) di Gedung Rektorat lantai 3. Kegiatan ini dihadiri oleh Luqman Hakim, S.Ag., M.Pd., Analis SDM Aparatur Ahli Madya, Wakil Rektor II, Kabag Umum, serta sejumlah pejabat dari berbagai fakultas UINFAS Bengkulu.
Acara dibuka oleh Wakil Rektor II yang menekankan pentingnya evaluasi ini sebagai bagian dari pembinaan, orientasi, dan penyegaran sistem kerja di lingkungan kampus. Ia menyebutkan bahwa penyederhanaan birokrasi, yang sesuai dengan KMA No. 1179 Tahun 2022, telah membuat sistem kerja lebih lincah dan fleksibel, meskipun beberapa tantangan dalam implementasinya masih perlu diatasi.
“Penyederhanaan birokrasi membawa dampak positif seperti peningkatan tunjangan kinerja dan penghargaan. Namun, masih ada kekurangan tenaga fungsional di beberapa bidang seperti BMN dan akademik, yang diharapkan dapat segera diisi,” ujarnya.
Luqman Hakim, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya evaluasi untuk memastikan efisiensi dan efektivitas sistem kerja. Ia juga mengingatkan bahwa keterlibatan pimpinan dalam proses evaluasi sangat penting untuk menghindari kesulitan dalam pelaksanaan sistem yang baru.
“Penilaian harus objektif, karena meskipun pimpinan dinilai sangat baik, belum tentu semua komponen di bawahnya juga demikian tanpa penilaian yang menyeluruh,” kata Luqman.
Tujuan utama evaluasi ini adalah mengidentifikasi dan mengatasi hambatan prosedural dalam pengambilan keputusan serta memperkuat kolaborasi antar-unit kerja. Sinergi antar-bagian sangat diperlukan untuk memastikan target kinerja tercapai dengan lebih cepat dan tepat sasaran.
Selain itu, evaluasi ini juga menjadi momentum penting dalam mempercepat adaptasi terhadap teknologi informasi dan komunikasi, yang akan mendukung terciptanya sistem kerja yang lebih modern dan responsif.
Luqman Hakim juga menekankan pentingnya mengubah budaya kerja dari yang sebelumnya bersifat struktural menjadi budaya yang lebih inovatif. “Dengan perubahan ini, diharapkan para pegawai ASN dapat bekerja lebih lincah dan adaptif dalam menghadapi perkembangan,” pungkasnya.[ADV]
















