SELUMA – Asas tatanan adat sumber cayo masih terjaga di Desa Nanti Agung Petai Kayu Bumi Semidang Empat. Hal tersebut terlihat dari kekompakan Takmir Masjid Al Hidayah bersama-sama dengan masyarakat Desa Nanti Agung melakukan pembangunan tempat tempat berteduh dilokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat.
Jamaah masjid Al Hidayah sekaligus tokoh masyarakat, Mahadin alias Cadok mengungkapkan bahwa, pembangunan tersebut dilatarbelakangi tidak adanya tempat untuk berteduh di TPU setempat setiap ada musibah kematian.
“Menanggapi hal tersebut kami bersama masyarakat melaksanakan gotong royong membangun tempat berteduh dengan material bersumber dari sumbangan jama’ah dan tokoh sepuh masyarakat Desa Nanti Agung Petai Kayu,” ungkapnya.
Dirinya juga menyampaikan, bangunan yang didirikan berukuran 3 x 4,5 meter.
Selain terlihat dari aksi diatas, kekompakan masyarakat setempat juga terlihat dari kegiatan majelis ta’lim pembelajaran yasinan dan tausiyah rutinan yang di bina oleh dewan masjid Indonesia (DMI) melalui petugas lapangan Kecamatan Semidang Alas Yesi Suryani.
“Kegiatan rutin yasinan dan pembelajaran iman Islam setiap malam jumat juga berjalan sesuai harapan,” tandasnya.
Terpisah, Pjs Kades Petai Kayu Semidang Alas Kabupaten Seluma, Hespriandani mengapresiasi swadaya dan gotong royong majelis takmir masjid Al Hidayah Desa Nanti Agung. Menurutnya ini menjadi salah satu bukti bahwa adat istiadat dan gotong royong masih terjaga dengan baik.
“Alhamdulillah, tatanan titian idup becaro beadap betungguan yang di ajarkan nenek moyang masih terjaga dan di kenang di Bumi Semidang Empat,” kata Hespriandani.[Red]














