Hari Maritim Nasional, Senator Leni John Latief Tekankan Pentingnya Penguatan Infrastruktur dan Ekonomi Nelayan

Nasional5 Dilihat
PedomanBengkulu.com, Jakarta – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI) Hj Leni Haryati John Latief mendorong pemerintah pusat memperkuat pembangunan sektor maritim di Provinsi Bengkulu, mulai dari infrastruktur pelabuhan, konektivitas Pulau Enggano, hingga peningkatan kesejahteraan nelayan.

Pernyataan itu disampaikan Senator asal Provinsi Bengkulu itu dalam momentum Hari Maritim Nasional yang diperingati setiap 23 September. Menurut dia, peringatan tersebut harus menjadi pengingat pentingnya menjaga dan mengoptimalkan potensi laut Indonesia secara berkelanjutan.

“Laut bukan hanya penghubung antarwilayah, tetapi juga sumber kehidupan, jalur perdagangan dan bagian dari identitas bangsa. Karena itu, potensi maritim harus dikelola secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Hj Leni Haryati John Latief, Rabu (23/9/2026).

Perempuan berhijab kelahiran Taba Anyar ini menilai perkembangan sektor maritim Bengkulu menunjukkan sejumlah kemajuan, terutama melalui pembenahan infrastruktur logistik, penguatan ekonomi nelayan, dan optimalisasi Pelabuhan Pulau Baai sebagai pintu gerbang utama aktivitas perdagangan.

Ia menyoroti pentingnya keberlanjutan revitalisasi dan normalisasi alur pelayaran Pulau Baai. Menurut dia, target kedalaman hingga minus 12 meter mean Low Water Springs (mLWS) perlu terus didorong agar kapal kargo berukuran besar dapat bersandar langsung dan mengurangi kebutuhan transshipment yang menambah biaya logistik.

“Penanganan sedimentasi jangan hanya reaktif ketika pendangkalan terjadi. Pemerintah perlu menyiapkan solusi jangka panjang dengan teknologi penanganan sedimen yang lebih modern,” ujar Hj Leni Haryati John Latief.

Selain Pulau Baai, Dewan Pakar Daerah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Provinsi Bengkulu ini meminta pemerintah mempercepat pembangunan Pelabuhan Linau di Kabupaten Kaur sebagai pelabuhan penyangga serta memulihkan fasilitas Dermaga Kahyapu di Pulau Enggano guna memperkuat konektivitas wilayah.

Di sektor perikanan, ia mendorong pembangunan fasilitas cold storage dan pabrik es untuk menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan. Pengembangan Kampung Nelayan Modern juga dinilai perlu diperluas, termasuk dukungan armada kapal berukuran besar agar nelayan mampu mengoptimalkan potensi perairan laut dalam.

Pembina Bundo Kanduang Provinsi Bengkulu ini juga meminta pengawasan perairan Bengkulu diperkuat melalui sinergi aparat terkait untuk mencegah penangkapan ikan ilegal, penambangan pasir ilegal, serta kerusakan ekosistem pesisir.

“Momentum Hari Maritim Nasional harus diterjemahkan menjadi langkah nyata. Bengkulu memiliki posisi strategis di pesisir barat Sumatra sehingga pembangunan maritim harus dilakukan secara terintegrasi, berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat pesisir,” tutup Hj Leni Haryati John Latief.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *