BENGKULU – UIN Fatmawati Sukarno (UIN Fas) Bengkulu bergerak cepat memperluas jejaring internasional. Tak lama setelah pelantikan Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. H. Zubaedi, M.Ag., M.Pd., kampus tersebut langsung menggelar rapat koordinasi secara daring dengan mitra dari Kerala, India.
Pertemuan yang berlangsung melalui Zoom itu membuahkan hasil awal. Tiga mahasiswa asal Kerala menyatakan minat untuk melanjutkan studi pada Program Magister Ekonomi Syariah di UIN Fas Bengkulu.
Rapat tersebut diikuti oleh perwakilan UIN Fas Bengkulu, yakni Dr. Iwan Ramadhan Sitorus, MHI, Dr. Edi Safari, M.Pd., dan Dr. Dedi Efrizal, M.Pd. Sementara dari pihak India hadir Prof. Dr. Muhammad Muhsin, dosen dari Markaz University, Kerala.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas sejumlah hal teknis, mulai dari proses pendaftaran, administrasi akademik, kurikulum, hingga kesiapan kedatangan mahasiswa asing. Ketiga calon mahasiswa tersebut mengaku antusias dapat menempuh pendidikan di Indonesia, khususnya di UIN Fas Bengkulu.
Mereka menilai perkembangan ekonomi syariah di Indonesia cukup pesat dan menjadi salah satu rujukan dalam pengembangan ekonomi Islam di tingkat global. Selain itu, mereka juga ingin mempelajari budaya Indonesia, sistem pendidikan Islam, serta membangun jejaring akademik lintas negara.
Upaya menarik mahasiswa asing ini merupakan bagian dari program internasionalisasi kampus yang diusung Rektor UIN Fas Bengkulu, Prof. Dr. H. Khairudin, M.Ag. Program tersebut difokuskan pada penguatan kerja sama global di bidang pendidikan, penelitian, dan publikasi ilmiah.
Ke depan, kerja sama antara UIN Fas Bengkulu dan Markaz University Kerala diharapkan tidak hanya sebatas penerimaan mahasiswa, tetapi juga berkembang ke program lain seperti pertukaran mahasiswa, riset bersama, hingga penyelenggaraan seminar internasional.
Melalui langkah ini, UIN Fas Bengkulu diharapkan semakin dikenal di tingkat internasional serta mampu menjadi salah satu tujuan studi bagi mahasiswa asing, khususnya dari kawasan Asia Selatan.















