PSLH UIN Bengkulu Resmi Berdiri, Fokus pada Riset, Kebijakan, dan Pengabdian Lingkungan

Pendidikan14 Dilihat

BENGKULU — Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu mengambil langkah strategis dalam menjawab tantangan krisis lingkungan dengan membentuk Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH). Kehadiran lembaga ini menjadi tonggak baru dalam penguatan riset, pengabdian masyarakat, hingga advokasi kebijakan berbasis nilai keislaman.

Pembentukan PSLH ditetapkan melalui Keputusan Rektor dan resmi berlaku sejak 29 Desember 2025. Langkah ini menegaskan keseriusan kampus dalam merespons isu lingkungan yang kian kompleks sekaligus mendorong integrasi keilmuan sains, teknologi, dan eco-teologi Islam.

Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. KH. Zulkarnain, M.Pd, menyebutkan bahwa PSLH tidak hanya difungsikan sebagai pusat kajian akademik, tetapi juga sebagai penggerak utama lahirnya solusi konkret bagi persoalan lingkungan.

“PSLH akan menjadi ruang strategis yang melahirkan riset aplikatif, rekomendasi kebijakan, serta program pengabdian yang berorientasi pada keberlanjutan dan kemaslahatan umat. Ini adalah bentuk nyata kontribusi kampus dalam menjawab persoalan lingkungan secara ilmiah sekaligus religius,” ujarnya.

Lebih jauh, keberadaan PSLH juga diproyeksikan sebagai fondasi awal pembentukan Fakultas Sains dan Teknologi (FST). Dengan demikian, pusat studi ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah riset, tetapi juga sebagai pijakan pengembangan keilmuan sains dan teknologi yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam.

Secara kelembagaan, PSLH memiliki mandat untuk meningkatkan kualitas riset dan inovasi di bidang lingkungan, menyusun rekomendasi kebijakan berbasis ilmiah, serta mengintegrasikan pendidikan lingkungan dengan nilai keislaman. Selain itu, PSLH juga diarahkan menjadi pusat layanan akademik sekaligus penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang lingkungan hidup dan teknologi terapan.

Untuk menjalankan peran tersebut, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu telah menetapkan struktur pengurus PSLH periode 2025–2029 yang bersifat multidisipliner. Struktur ini mencakup bidang penelitian, pemberdayaan masyarakat, pengembangan eco-campus dan SDGs, advokasi lingkungan, hingga penguatan laboratorium serta sistem informasi geografis (GIS).

Berdasarkan keputusan rektor, Fadilah, S.Si., M.Si., C.EIA., C.TL., C.PS dipercaya memimpin PSLH. Dalam operasionalnya, lembaga ini berada di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dan bertanggung jawab langsung kepada rektor.

Fadilah menegaskan, PSLH akan diarahkan sebagai pusat kolaborasi lintas sektor yang mampu menjembatani kebutuhan akademisi, pemerintah, dan masyarakat.

“PSLH kami siapkan bukan hanya sebagai pusat kajian, tetapi juga pusat aksi. Kami ingin menghadirkan solusi nyata melalui kolaborasi, dengan kekuatan integrasi sains, teknologi, dan nilai-nilai Islam,” ungkapnya.

Melalui pendirian PSLH, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu semakin menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu, tetapi juga aktif dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *